TERAS HIMANERA: BERANI BICARA, BERANI LAWAN “Suara Perempuan Muda Melawan Pelecehan Seksual di Sekolah”
Published on: 12 Agu 2025

Kemahasiswaan
Penulis: Nurhidayati (Divisi
Kominfo Himanera)
Serang, 09 Agustus 2025 - Himpunan
Mahasiswa Administrasi Negara (HIMANERA) Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus
Serang melaksanakan kegiatan Sharing Discussion dengan tema Berani Bicara,
Berani Lawan “Suara Perempuan Muda Melawan Pelecehan Seksual di Sekolah” pada
09 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kanal resmi instagram
HIMANERA dengan metode siaran langsung. Kegiatan
ini diadakan untuk berdiskusi tentang banyaknya kasus pelecehan seksual yang
dialami oleh perempuan atau korban di lingkungan sekitar, terutama di
lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga sebagai wadah untuk mempererat tali
silahturahmi antar mahasiswa Administrasi Negara dengan dosen dan pengurus
HIMANERA. Dengan narasumber Agisthia Lestari, S.Sos., M.Sos, Dosen Prodi Ilmu
Pemerintahan dan juga Syaid Mirza Shirazi, Demisioner dari
HIMANERA. Acara ini di isi dengan membahas apa itu pelecehan seksual,
sesi Q&A yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada penonton agar
ikut serta dan lebih sadar dengan kasus-kasus pelecehan seksual yang marak
terjadi, dan diakhiri dengan sesi foto/dokumentasi.Kegiatan
Sharing Discussion ini mengajak mahasiswa, pelajar, perempuan, dan laki-laki
untuk lebih peduli tentang pelecehan seksual yang marak terjadi di lingkungan
sekitar, terutama di lingkungan sekolah. Sebagaimana, sekolah seharusnya
menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap siswi untuk belajar dan
berkembang. Namun, kenyataannya tidak selalu begitu. Banyak perempuan yang
harus berhadapan dengan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, yang
seringkali disembunyikan dan dianggap tabu. Keadaan ini membuat para perempuan
atau korban merasa takut dan sendirian.Pelecehan
seksual di sekolah bisa datang dari teman sebaya, senior, atau bahkan orang
dewasa di lingkungan pendidikan. Seringkali, korban yang mengalami pelecehan
seksual lebih memilih untuk diam karena takut tidak dipercayai, dihakimi, atau
bahkan disalahkan, ini merupakan isu serius yang merusak mental dan masa depan
para siswi. Pelecehan seksual di sekolah bisa terjadi dengan berbagai bentuk,
mulai dari komentar tidak pantas, sentuhan tanpa izin, hingga ancaman. Namun,
banyak kasus yang tidak dilaporkan karena korban merasa takut, malu, atau
memilih berhenti sekolah karena tidak mendapat perlindungan. Akibatnya, pelaku
terus bebas berbuat tanpa rasa bersalah. Selain itu, kurangnya edukasi tentang
pelecehan seksual membuat banyak siswa/i tidak menyadari bahwa yang mereka
alami adalah kekerasan. Hal ini membuat pelecehan seksual dianggap hal biasa
atau candaan, padahal dampaknya bisa menghancurkan rasa percaya diri dan
kenyamanan korban di sekolah. Dengan
susksesnya kegiatan ini, HIMANERA berharap dapat terus menyelenggarakan
kegiatan serupa di masa mendatang untuk memberikan edukasi terkait isu-isu yang
sedang terjadi dan mempererat hubungan antar anggota Himpunan Mahasiswa
Administrasi Negara di Universitas Pamulang Kampus Serang.
Pelecehan
seksual di sekolah bisa datang dari teman sebaya, senior, atau bahkan orang
dewasa di lingkungan pendidikan. Seringkali, korban yang mengalami pelecehan
seksual lebih memilih untuk diam karena takut tidak dipercayai, dihakimi, atau
bahkan disalahkan, ini merupakan isu serius yang merusak mental dan masa depan
para siswi. Pelecehan seksual di sekolah bisa terjadi dengan berbagai bentuk,
mulai dari komentar tidak pantas, sentuhan tanpa izin, hingga ancaman. Namun,
banyak kasus yang tidak dilaporkan karena korban merasa takut, malu, atau
memilih berhenti sekolah karena tidak mendapat perlindungan. Akibatnya, pelaku
terus bebas berbuat tanpa rasa bersalah. Selain itu, kurangnya edukasi tentang
pelecehan seksual membuat banyak siswa/i tidak menyadari bahwa yang mereka
alami adalah kekerasan. Hal ini membuat pelecehan seksual dianggap hal biasa
atau candaan, padahal dampaknya bisa menghancurkan rasa percaya diri dan
kenyamanan korban di sekolah.




